Rabu, 15 Mei 2013

DAMPAK KONVERGENSI INTERNSTIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) BAGI PELAPORAN AKUNTASI PERUSAHAAN DI INDONESIA

1.    Identitas Artikel  
a.    Judul :    DAMPAK KONVERGENSI INTERNSTIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) BAGI PELAPORAN AKUNTASI PERUSAHAAN DI INDONESIA
b.    Penulis :   Ketut Tanti Kustina
c.    Jurnal   :   Jurnal Ilmiah Manajemen & Akuntansi STIE Triatma Mulya
d.    Volume :   17
e.    Tahun   :   2012
f.     Nomor   :  2
g.    Halaman:  70-82
2.    Pendahuluan  
a.    Motivasi :   Konvergensi Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke International Financial Reporting Standards (IFRS) menjadi perhatian para pelaku dunia usaha di Indonesia mengingat ruang lingkup usaha perusahaan Indonesia tidak hanya di dalam negeri saja melainkan juga secara internasional. Indonesia perlu melakukan konvergensi IFRS untuk kepentingan global agar dapat meningkatkan daya informasi laporan perusahaan-perusahaan di Indonesia.
b.    Tujuan :   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak konvergensi IFRS bagi suatu perusahaandi Indonesia.
3.    Tinjauan Pustaka & Hipotesis  
a.    Tinjauan Pustaka  :  Anitaria, Mikha, 2011. Konvergensi PSAK ke International Financial Reporting Standards (IFRS). http://mikhaanitaria.blogspot.com
Bennet, B, M. Bradbury and H. Prangnell. 2006. Rules, Principles and Judgment in Accounting Standards. Abacus, Vol 42, No.2, 2006.
Wahyuni, Nining Ika. Dampak Implementasi IFRS Terhadap Pendidikan Akuntansi Di Indonesia. Jurnal Akuntansi Universitas Jember. Gupta, Ashok. 2003. Why Should
Medley, Patrick. 1997. Environmental Accounting – What Does It Mean to Professional Accountants? Journal of Accounting Auditing & Accountability. Vol.10 No.4. pp. 594-600.
Yuniati Gunawan. 2000. Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi III.
b.    Hipotesis :   Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) bagi perusahaan di Indonesia membawa banyak dampak atau pengaruh.
4.    Metode Penelitian  
a.    Pengukuran variabel  :   -
b.    Metode analisis  :  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana memberikan gambaran mengenai fenomena yang sesungguhnya terjadi dan menggunakan pendekatan kualitatif.
c.    Objek :  Perusahaan-perusahaan di Indonesia
5.    Hasil analisis :   Hasil analisis dari jurnal ini menunjukkan bahwa konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) bagi perusahaan di Indonesia membawa banyak dampak atau pengaruh pada dunia bisnis di Indonesia.
6.    Simpulan, Keterbatasan, Implikasi  :  Keputusan IAI melakukan konvergensi IFRS secara menyeluruh di tahun 2012 membawa banyak pengaruh pada dunia bisnis di Indonesia. Dampak konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) bagi perusahaan di Indonesia secara garis besar dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu pertama dampak pada sistem akuntansi, kedua berdampak pada sistem informasi perusahaan, ketiga dampak pada sumber daya manusia, dan keempat dampak pada sistem organisasi perusahaan.

BAB 8 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL


BAB 8
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL


Ø  PELUANG DAN TANTANGAN DALAM ANALISIS LINTAS BATAS

Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagi wilayah yurisdiksi.
Sejumlah negara memiliki perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan, system hukum, dan undang-undang, sifat dan ruang lingkup usaha, dan cara untuk menjalankan usaha. Perbedaan ini berarti alat-alat analisis yang sangat efektif di suatu wilayah menjadi kurang efektif di wilayah lain.
Analisis penilaian keuangan internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Di satu sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi talah mengarah pada semakin meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia. Namun, demikian sejumlah besar perbedaan dalam praktik pelaporan keuangan masih ada.

Ø  KERANGKA DASAR ANALISIS USAHA
1.       Analisis strategi usaha
2.       Analisis akuntansi
3.       Analisis keuangan

Ø  ANALISIS STRATEGI USAHA INTERNASIOANAL
*      KETERSEDIAAN INFORMASI
Akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas pengungkapan mereka dan secara sukarela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui secara global seperti standar pelaporan keuangan internasional.

*      REKOMENDASI UNTIK MELAKUKAN ANALISIS
Sumber WEB yang tersedia secara gratis yang dapat digunakan untuk mempelajari risiko negara dan kondisi perjalanan.

Ø  ANALISIS AKUNTANSI
*      EVALUASI KUALITAS AKUNTANSI
1.       Identifikasikanlah kebijakan akuntansi utama
2.       Analisislah fleksibilitas akuntansi
3.       Evaluasilah strategi akuntansi
4.       Evaluasilah kualitas pengungkapan
5.       Identifikasi potensi terjadinya maslah
6.       Buatlah penyesuaian atas distorsi akuntansi



Ø  ISU LEBIH LANJUT

*      AKSES INFORMASI
Jumlah ketersediaan informasi perusahaan sangat berbeda dari satu negara ke negara lainnya.
*      KETEPATAN WAKTU INFORMASI
Perbedaan dalam ketepatan waktu informasi akuntansi menambah beban para pembaca laporan perusahaan asing. Beban ini semakin besar untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki lingkungan yang senantiasa berubah-ubah. Agar penilaian yang dilakukan dapat bermakna, diperlukan penyesuaian terus menerus atas sejumlah yang dilaporkan.
*      PERTIMBANGAN MATA UANG ASING
Pembaca yang memiliki informasi dapat menetukan secara lebih baik pengaruh perubahan kurs terhadap aktivitas pendanaan dan investasi perusahaan dengan menggunakan analisis yang telahdijelaskan.
*      PERBEDAAN DALAM FORMAT LAPORAN
Meski menyulitkan, perbedaan format laporan keuangan tidak terlalu penting karena struktur dasar laporan keuangan cukup mirip di seluruh dunia. Dengan demikian kebanyakan perbedaan biasanya dapat di rekonsiliasikan dengan sedikit usaha.
*      HAMBATAN BAHASA DAN TERMINOLOGI
Perbedaan bahasa antarnegara dapat menimbulkan hambatan informasi bagi para pengguna laporan keuangan. Kebanyakan perusahaan menggunakan bahas domisili dari setiap negara perusahaan tersebut berasal. Namun demikian, semakin banyak perusahaan yang relative besar yang beradadi perekonomian maju menyediakan laporan keuangan tahunan dalam bahasa inggris. Secara singkat banyak isu-isu substansial yang dihadapi pengguna laporan keuangan internasional. Masalah yang berkaitan dengan ketersediaan dan kredibilitas informasi secara perlahan semakin berkurang.

BAB 7 HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL


BAB 7
HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Ø  HARMONISASI  merupakan proses untuk meningkatkan kompatibilitas praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam

Ø      SURVEI HARMONISASI INTERNASIOANAL
*      KEUNTUNGAN HARMONISASI INTERNASIONAL
v  Pendekatan yang hati-hati untuk menganalisis keinginan akan harmonisasi internasional memperlihatkan bahwa biaya dan manfaat yang diperoleh berbeda-beda dari satu kasus ke kasus yang lain.
v  Mampu melakukan peningkatan system.

*      KRITIK ATAS STANDAR INTERNASIOANAL
v  Harmonisasi prinsip akuntansi internasional tampaknya tidak akan terwujud. Terlalu banyak kelompok nasional yang berbeda-beda memiliki kepentingan tertanam untuk mempertahankan standar dan praktik mereka sendiri yang telah berkembang dan perspektif dan sejarah yang sangat berbeda.

*      REKONSILIASI DAN PENGAKUAN BERSAMA
v  Dua Pendekatan lain yang diajukan sebagai solusi yang mungkin digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas yaitu REKONSILIASI dAan PENGAKUAN BERSAMA.
Rekonsiliasi berbiayalebih sederhana bila dibandingkan dengan penyusunanlaporan keuangan lengkap berdasarkan prinsip akuntansi yang berbeda.
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator diluar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang di dasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
Ø  SEKILAS MENGENAI ORGANISASI INTERNASIONAL UTAMA YANG MENDORONG      HARMONISASI AKUNTASI
*      Ada 6 pemain utamanya :
1.       Badan standar akuntansi internasioanal ( IASB)
2.       Komisi uni eropa (EU)
3.       Organisasi internasioanal komisi pasar modal (IOSCO)
4.       Federasi internasional akuntan (IFAC)
5.       ISAR dan UNCTAD
6.       Kelompok kerja (OECD)

Ø    BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
*      KERANGKA DASAR UNTUK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN,TUJUAN IASB
1.       Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum
2.       Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat
3.  Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan standar akuntansi internasioanal dan standar pelaporan keuangan internasional kea rah solusi berkualitas tinggi.

Ø    UNI EROPA (EUROPEAN UNION-EU)
Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan eropa. Untuk mencapai tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi :
ü  Perolehan modal dalam tingkat EU
ü  Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivarif yang terintegrasi
ü Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.

*      DIREKTIF KEEMPAT, KETUJUH, DAN KEDELAPAN
v  Direktif keempat yang dikeluarkan pada tahun 1978 merupakan suatu set aturan akuntansi yang paling luas dan komperhensif dalam kerangka dasar EU.
Direktif keempat belaku bagi akun-akun perusahaan secara individu dan mencakup aturan tepat dan wajar
v  Direktif ketujuh yang dikeluarkan tahun 1983 membahas masalah-masalah laporan keuangan konsolidasi. Direktif ketujuh mewajibkan konsolidasi bagi kelompok usaha yang besarnya diatas ukuran tertentu.
v  Direktif kedelapan yang dikeluarkan tahun 1984 membahas berbagai aspek kualifikasi professional yang berwenang untuk melaksanakan audit yang mewajibkan oleh hukum audit (audit wajib).

*      APAKAH UPAYA HARMONISASI EU TELAH BERHASI?
v  Direktif keempat, ketujuh dan kedelapan memiliki pengaruh yang dramatis terhadap pelaporan keuangan diseluruh EU, yaitu membawa akuntansi di seluruh negara anggota EU ke tahap penyeragaman yang baik dan relative memadai.

*      PENDEKATAN BARU EU DAN INTEGRASI PASAR KEUANGAN EROPA
v  Pada tahun 1995 EC mengadopsi pendekatan baru terhadap harminisasi akuntansi yang dikenal sebagai standar akuntansi baru hal ini dilakukan untuk membeikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan yang sedang berupaya untuk melakukan pencatatan di amerika serikat dan pasar-pasar dunia lainnya akan tetap dapat bertahan dalam kerangka akuntansi EU. Akhirnya telah terdapat perkembangan yang dimaksudkan untuk memperkuat penegakan IFRS di eropa. Standar ini berisi 21 prinsip yang ditunjukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan yang sama dalam penegakan IFRS.

*      ORGANISASI INTERNASIONAL KOMISI PASAR MODAL (IOSCO)
Otorisasi pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat dometik maupun internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien, dan sehat :
1.   Saling menukar informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestic
2.     Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standard dan pengawasan efektif terhadap transaksi surat berharga internasioanl
3.   Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakan yang efektif terhadap pelanggaran

Ø    FEDERASI INTERNASIONAL AKUNTANSI (IFAC)
Kebanyakan IFAC dilakukan melaui komite tetap terdiri dari :
1.       Badan standar audit dan asuransi internasional
2.       Kesesuaian
3.       Pendidikan
4.       Etika
5.       Akuntan professional dalam bisnis
6.       Sector public
7.       Auditor transnasional

BAB 6 PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA

BAB 6
PELAPORAN KEUANGAN DAN PERUBAHAN HARGA

Ø  Perubahan harga merupakan suatu perubahan harga umumterjadi apabila secara rata-rata harga seluruh barang dan jasa dalam suatu perekonomian mengalami perubahan .

Ø  Mengapa laporan keuangan memiliki potensi untuk menyesatkan selama periode perubahan harga ?
*      Proyeksi keuangan yang didasarkan pada data seri waktu historis
*      Anggaran yang menjadi dasar pengukuran kinerja
*      Data kinerja yang tidak dapat dikendalikan

Ø  JENIS PENYESUAIAN INFLASI
Setiap jenis perubahan harga memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ukuran-ukuran posisi keuangan dan kinerja operasi suatu perusahaan dan ditimbulkan oleh adanya tujuan-tujuan berbeda tersembunyi. Setelah bagian ini, akuntansi untuk pengaruh laporan keuangan atas perubahan tingkat harga umum disebut sebagai model  DAYA BELI KONSTAN BIAYA HISTORIS.

Ø  PENYESUAIAN TINGKAT  HARGA UMUM
*      PENGGUNAAN INDEKS HARGA
GPLc / GPLtd x JUMLAH NOMINALtd = PPE c

Ø  SUDUT PANDANG INTERNASIONAL TERHADAP AKUNTANSI INTERNASIONAL
*      AMERIKA SERIKAT
Perusahaan pelapor didorong untuk mengungkapkan informasi berikut untuk masing-masing dari 5 tahun terakakhir :
v  Penjualan bersih dan pendapatan operasi lainnya
v  Laba dari operasi yang berjalan berdasarkan dasar biaya kini
v  Keuntungan atau kerugian daya beli (moneter) atas pos-pos moneter bersih
v  Kenaikan atau penurunan dalam biaya kini atau jumlah yang dapat dipulihkan
v  Setiap agregat penyesuaian translasi mata uang asing berdasarkan biaya kini yang timbul dari proses konsolidasi
*      INGGRIS
Standar  di inggris memperbolehkan 3 pilhan pelaporan
v  Menyajikan akun-akun  biaya kini sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya historis
v  Menyajikan akun-akun biaya historis sebagai laporan keuangan dasar dengan akun-akun pelengkap biaya kini
v  Menyajikan akun-akun biaya kini sebagai satu-satunya akun yang dilengkapi dengan informasi biaya historis yang memadai
*      BRASIL
Terdapata 2 kelompok pilihan pelaporan :
v  Hukum perusahaan brasil
v  Komisi pengawas pasar modal brasil

Ø  BADAN STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL
Perusahaan yang melakukan pelaporan juga harus mengungkapkan :
1.  Fakta bahwa penyajian ulang untuk perubahan dalam daya beli unit pengukuran telah dilakukan
2.  Kerangka dasar penilaian aktiva yang digunakan dalam laporan keuangan utama yaitu penilaian historis atau biaya kini
3.     Identitas dan tingkat indeks harga pada tanggal neraca, beserta dengan perubahannya selam periode pelaporan
4.      Keuntungan atau kerugian moneter bersih selama periode tersebut

Ø  ISU-ISU MENGENAI INFLASI
1.       Apakah dolar konstan atau biaya kini yang lebih baik mengukur pengaruh inflasi
2.       Perlakuan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian inflasi
3.       Akuntansi inflasi luar negeri
4.       Menghindari fenomena kejatuhan ganda